Senin, 30 Juni 2008


ANGKUH

Kesombongan melekat tajam dimata

Memandang tinggi harapan

Tubuh kurus , rambut terurai

Dan membiarkan tak terurus

Seperti mimpi yang tak tertampung lagi

Disetap helai rambut

Disetiap langkah yang teratih

Disetiap nafas yang mengucap ikrar

Disetiap gerak yang terasingkan

Tapi aku masih bersyukur

Harapan masih menyelimuti

Hingga helai rambut takenggan lagi tumbuh

Menemukan jawaban ikrar yang tertatih




“ Aku Mencari Ditengah-Tengah Mereka Seorang yang Hendak

Mendirikan Tembok Atau yang Mempertahankan Negri Itu

Di Hadapan-Ku, Supaya Jangan Kumusnakan, Tetapi Aku Tidak Menemuinya”

Bagaimana Pemimpinnya,Begitu Jugalah Bangsanya

Dan Bangsa Sendiri Melahirkan Terlalu Banyak Pembesar Dan

Kurang Pemimpin.”

“ Sehebat Dan Secanggih Apapun Teori Sosial

Tentang Manusia, Tetap saja manusia Cuman Terbagi Atas Dua ;

Yang Kaya Dan Yang Miskin “

“ Bila Orang Sedih Melihat Kemiskinan, Maka Yang

Dikeluarkan Pertama Kali Adalah Saputangan Dan Bukan

Isi Dompet .“

“ Hasil Dari Kerja Adalah Uang

Hasil Dari Uang Adalah Lebih Banyak Uang

Hasil Dari Lebih Banyak Uang Adalah

Kompetisi Yang Ganas

Hasil Dari Kompetisi Yang Ganas Adalah

Dunia Yang Kita Diami ini.”

“ Usahakanlah Kesejahteraan Kota

Kemana Aku Buang, Dan Berdoalah Untuk Kota Itu Kepada

TUHAN

Sebab Kesejahteraannya Adalah

Kesejahteraannmu.”

Kebijakan Yang Berubah Dan Melenceng

Akan Menyebabkan Orang Menjadi Tidak Percaya Dan Otoritas

Akan Kehilangan Kredibilitasnya.”

Tidak ada komentar: